Phone : 0274-445020 / 414282 (IGD) Fax : 0274-445023 Mail : rsgm212@gmail.com

Batuk Kronis Yang Berulang Pada Anak

Oleh : griya - Pada tanggal : 21 September, 2012
Melihat anak yang sehat dan lincah dalam segala aktifitasnya, tentu membuat kita senang dan bahagia.  Namun ada kalanya anak kita menmgalami gangguan kesehatan yang mengganggu aktifitasnya.  Diantaranya batuk kronis berulang.
Sebenarnya batuk merupakan salah satu refleks tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang berada di saluran pernafasannya.  Namun jika batuk berlangsung terus pastilah menimbulkan gangguan.  Berikut ini informasi tentang batuk kronis berulang pada anak, disampaikan oleh dr. Ratnaningsih Sp.A yang berkarya di RS Panti Rapih Yogyakarta.
Batuk merupakan gejala klinis yang sangat mengganggu kita apalagi bila itu membuat anak menjadi muntah, sehingga asupan makanan berkurang sehingga berat badan anak menjadi turun.
Batuk kronis berulang pada anak adalah keadaan klinis yang disebabkan oleh berbagai penyebab dengan gejala batuk yang berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu berturut-turut dengan atau tanpa disertai gejala respiratorik maupun respiratorik.  Biasanya jenis batuknya terus menerus, produktif (berdahak), atau seperti gonggongan anjing.  Waktu batuk terutama malam hari, lebih hebat pada waktu bangun pagi, dan hilang pada waktu anak tidur.  Pencetusnya bias makanan, iklim/udara, kegiatan jasmani seperti berlari, ataupun infeksi saluran nafas akut serta debu rumah atau binatang, dll.

Gejala lainnya yang berhubungan dengan respiratorik adalah : sesak nafas, mengi, nafas berbunyi, nyeri dada bila bernafas.  Gejala non respiratorik adalah : panas, nafsu makan turun, sakit kepala, keringat malam hari, berat badan turun, meriang, dll.  Adanya riwayat asthma / alergi dalam keluarga, atau kontak dengan penderita tubercolusis, jangan sampai lupa kita tanyakan pada orangtuanya.

Pemeriksaan fisik yang bias didapatkan adalah tanda-tanda yang berhubungan dengan obstruksi saluran nafas yang kronis.  Pemeriksaan penunjang yang kita lakukan adalah tes tuberculin/mantoux test, darah rutin, IgE, IgG, IgA.  Uji kulit alergi/skin test, rontgent foto thorax dan sinus paranasal, uji faal paru dan provokasi bronkus.

Dikatakan BKB (Batuk Kronis Berulang) bila pada pasien tersebut belum diketahui penyebab batuknya.  Beberapa diagnosis banding BKB :

  1. Bronchitis :
    1. Bronchitis virus
    2. Bronchitis kimiawi keasap rokok, zat inhalasi
    3. Bronchitis karena infeksi bakteri
    4. Sinobronchitis
  2. Asthma
  3. Infeksi Spesifik
    1. Fibrosis kistik
    2. Infeksi mycoplasma pneumonia
    3. TBC
  4. Penyakit Paru Supuratif
    1. Fibrosis kistik
    2. Bronchietasis
    3. Infeksi sekunder pada atelektasis, benda asing ataupun kista
  5. Lesi Lokal
    1. Benda asing / corpus alienum
    2. Tumor / kista
    3. Trakeomolasia
  6. Batuk Psikogen
  7. Batuk Refleks

 

Pengelolaan terapi adalah sesuai dengan penyakit dasarnya, bila penyakit dasarnya belum diketahui, maka pertama harus kita berikan bronkodilator, fisioterapi perlu dipertimbangkan, bila perlu dapat diberi antibiotic.  Tahap kedua adalah menilai hasil pengobatan tahap awal, meneliti kembali gejala klinis yang lain, pemeriksaan rontgent, imunologik, dll.

Batuk kronis berulang (BKB) adalah suatu kondisi yang harus dilacak lebih jauh, sehingga pengelolaan dapat kita berikan sesuai dengan penyakit dasarnya / penyakit yang mendasarinya.